Benarkah hantu itu ada ?

Posted: June 20, 2013 in metafisika

Di bawah ini disajikan dari berbagai pendekatan yang sekiranya bisa masuk “logika” umum dan mudah dinalar, dari referensi berbagai ilmu-ilmu pengetahuan ilmiah yang telah dibakukan.

            Manusia sebagai makhluk hidup ciptaan Allah, yang mendiami habitatnya, Bumi yang kita cintai ini memang penuh dengan keterbatasan. Pembangunan di segala bidang, pastilah tidak akan lepas bersamaan dengan perusakan. Akan tetapi, meskipun demikian, pembangunan tetap dilakukan, karena memang lebih banyak membangunnya daripada merusaknya, sehingga pembangunan tetap dilakukan selama setiap kerusakan masih dapat di-eliminasi dalam konsep “back to nature”.
            Bumi kita bukan tinggalan nenek moyang, tetapi merupakan pinjaman anak cucu yang suatu saat nanti harus dapat kita pertanggung jawabkan kembali. Merupakan sebuah keprihatinan kita bersama karena rusaknya bumi sudah semakin berlanjut akibat ulah manusia itu sendiri. Segala cara untuk mencapai tujuan telah ditempuh oleh manusia, bahkan sampai sangat jauh menyimpang dari moral dan akal sehat. Memang, sebenarnya siapa yang telah berani hidup, harus berani pula bersaing sesuai dengan “kodrati bawaannya”. Hanya saja, tentunya harus dituntut bersaing yang sehat untuk mencapai kemajuan bersama. Kerusakan bumi tentu aka menimbulkan banyak penyakit yang nantinya akan mempengaruhi kelestarian hidup manusia itu sendiri. Aura bumi akan semakin menipis, sehingga perlindungan terhadap manusia akan semakin menipis pula. Berbagai ilmu pengetahuan telah mencoba memecahkan masalah itu, namun sayangnya ilmu pengetahuan yang dipelajari masih terbatas pada “ilmu tampak” saja. Sedangkan yang tidak tampak belum dijamah sama sekali, padahal kemungkinan besar justru yang tidak tampak jumlahnya jauh lebih besar, dan bahkan yang sangat menyedihkan ketika berbicara yang tidak kasat mata seolah-olah tabu dan diremehkan. Ini tentu menunjukkan kesombongan dan rendahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki. Keterbatasan pengetahuan pada dasarnya diawali terbatasnya “indera” manusia itu sendiri. Ilmu pengetahuan nenek moyang telah banyak yang kita serap dan diwariskan, hanya saja sayangnya ilmu pengetahuan mereka tidak pernah ataupun sangat jarang yang ditulis, apalagi menyertakan alasan-alasan logika nalar, mengapa, dan bagaimana cara mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut, juga untuk apa (berguna untuk apa).
ghost
            Sebagian butir terakhir (untuk apa?) telah diwariskan melalui tradisi dan budaya, tetapi tetap tidak pernah dituliskan secara runtut. Dengan demikian, ilmu pengetahuan warisan leluhur dikhawatirkan akan hilang terkikis jaman.
            Keterbatasan penglihatan merupakan awal dari keterbatasan ilmu pengetahuan. Mata manusia hanya bisa melihat terbatas pada sinar tampak (visible light). Ada kehidupan di luar sinar tampak pada daerah gelombang “Delta (δ)” dibawah panjang gelombang 0.4 mikro Meter. Kehidupan di luar sinar tampak dapat dibagi menjadi 2 (dua) golongan berdasarka watak dan sifatnya, namun tentu saja bisa juga digolongkan menurut kriteria yang lainnya.
Berdasarkan watak dan sifatnya:
  1. Golongan yang suka bersahabat dengan manusia.
Golongan ini tentu tidak akan mengganggu manusia, karena itu tidak akan mendekati manusia dalam arti “jarak” (harfiah) karena system respirasi yang berbeda akan saling mengganggu.
  1. Golongan yang tidak bersahabat dengan manusia.
Golongan ini sering mengganggu manusia (hantu, dsb).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s